Kepada Yth:
pelatih dojo ju-jitsu kab. Sidoarjo
di
tempat.

osh..

diberitahukan kepada seluruh ju-jitsan kab.Sidoarjo, sehubungan dengan program kerja penggurus Ju-Jitsu Kab. Sidoarjo 2009, tentang ujian kenaikan tingkat. dengan ini mengharap paratisipasinya untuk mendelegasikan siswanya untuk mengikuti ujian yang insyaAllah dilaksanakan pada:

hari : minggu
tanggal : 9 agustus 2009
waktu : 07.00 wib
tempat : SMAN 1 Porong
acara : Ujian Kenaikan Tingkat (sabuk)

demikian pemberitahuan ini kami buat, atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih.

osh…

salam Ketua 1

Ujian Kenaikan Tingkat

Kyu VI – Kyu IV

Dilaksanakan pada

Untuk Kyu VI s.d Kyu IV

Hari : Minggu

Tanggal : 22 Pebruari 2009

Waktu : 07.00 WIB – 13.00 WIB

Tempat : SMKN 3 Buduran (Perkapalan)

Pura_pura_itu_sesuatu_yg_perlu

Jawa Pos-Metropolis: Jum’at, 16 Januari 2009

SIDOARJO – Desakan masyarakat berhasil memaksa Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidoarjo untuk mengumumkan semua hasil tes CPNS. Namun, pengumuman itu masih menimbulkan keraguan peserta dan pimpinan DPRD Sidoarjo. Pengumuman nilai tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemkab Sidoarjo 2008 itu mulai kemarin bisa diakses di http://sidoarjokab.go.id

Kabag Telematika Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo Erny Setyawati menyatakan, situs pemkab berani memuat daftar belasan ribu nilai tes CPNS itu karena kapasitasnya masih memadai. “Hosting ke situs pemkab ini juga tidak dikenakan biaya. Sebab, situs tersebut memang mengakomodasi kebutuhan pemerintahan dalam memberikan informasi,” terangnya. Erny mengatakan, pembukaan nilai tersebut untuk umum diharapkan bisa mengobati kekecewaan peserta yang sebelumnya tidak bisa melihat hasil tes. “Sekarang sudah bisa dilihat semua,” katanya. Dalam pengumuman nilai belasan ribu peserta tes tersebut, nilai-nilai diumumkan dengan rinci. Tidak ada kejanggalan atau indikasi kecurangan. Termasuk, nilai ratusan pelamar formasi dokter umum. Di sana, misalnya, termuat jelas nama empat anak pejabat yang diterima di formasi tersebut. Mereka menduduki empat peringkat teratas pelamar yang diterima. Nia Setyo Palupi (anak Sekwan Pono Subiyanto) menduduki peringkat teratas dengan nilai umum dan bidang total 595. Lalu, Hervin Febrina Ghofar (anak mantan Kadinfokom Ali Ghofar) meraih nilai 594. Menantu Kepala BKD Soedjarwo, yaitu Didik Agung Wibowo, berada di peringkat ketiga. Alumnus Kedokteran UWK dengan IPK sarjana 2,4 dan IPK profesi 2,6 itu berhasil meraih total nilai 584. Menyusul kemudian, anak Soedjarwo, Diah Wahyuningsih, yang meraih nilai total 579. Dalam pengumuman itu tampak jelas mereka meraih nilai lebih baik daripada pelamar. Meski sudah diumumkan terbuka dan tidak menunjukkan indikasi kecurangan, masih saja ada peserta yang tidak puas. Salah satunya, YN. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu menyatakan tetap ragu dengan nilai tersebut. YN lulus dengan mengantongi IPK sarjana 2,9 dan IPK profesi kedokteran 3,4. Dia mengatakan berani dites ulang. “Secara akademis saya berani diadu dengan tes ulang,” katanya. Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Jalaluddin Alham menyatakan tidak ada salahnya pemkab mengadakan tes ulang jika memang masyarakat masih tidak yakin dengan nilai hasil tes CPNS yang baru dikeluarkan BKD. “Jika pemilihan gubernur saja bisa diulang, mengapa tes CPNS tidak,” katanya. Menurut dia, tidak ada alasan keterbatasan dana untuk menguak kejujuran di mata masyarakat. Kata dia, dari awal pemkab menutup-nutupi daftar nilai dengan alasan tidak logis. “Sudah saatnya sekarang mereka berani mengadakan tes ulang,” tambahnya. Menanggapi ketidakpuasan itu, Kasubbid Pembinaan Pegawai BKD Sidoarjo Toriquddin menyatakan BKD sengaja mengumumkan semua nilai hasil tes CPNS di situs pemkab. Jumlahnya memang tidak 12.737 karena yang mengikuti tes hanya sekitar 11 ribu lebih. “Dengan diumumkannya itu, masyarakat diharapkan tidak bertanya-tanya lagi,” jelas Toriq.

PEMERINTAH KABUPATEN SIDOARJO
SEKRETARIAT DAREAH
Jl. Gubernur Suryo 1 Tlp. 8921946, 8941145, 8921960 Sidoarjo

PENGUMUMAN
Nomer: 810/4257/404.4.5/2008

TENTANG
PENETAPAN KELULUSAN PESERTA SELEKSI PENERIMAAAN CPNSD KABUPATEN SIDOARJO DARI PELAMAR UMUM FORMASI TAHUN 2008

Bersama ini diumumkan hasil tes Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil yang dinyatakan lulus di lingkungan Pemerintah Kabupatan SIdoarjo Formasi Tahun 2008

Selanjutnya bagi peserta yang dinyatakan lulus ujian diharapkan hadir pad:
Hari    : Selasa
Tanggal    : 23 Desember 2008
Pukul    : 1) 08.00 WIB untuk tenaga kesehatan, teknis dan tenaga kependidikan khusus guru olah raga
2) 11.00 WIB bagi tenaga kependidikan selain guru olah raga
Tempat    : Aula Balai Diklat Jl. Mojopahit No. 5 Sidoarjo
Acara    : Pengarahan Pemberkaasan Pengusulan NIP CPNS dengan membawa Nomer Peserta Ujian Asli.

Adapun daftar nama peserta tes yang dinyatakan lulus tersebut dapat di lihat di:
1) Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo di Jl. Pahlawan No 4, untuk formasi tenaga kependidikan
2) Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo di Jl. Mayjen SUngkono No 46, untuk formasi tenaga kesehatan
3) Badan Kepegawaian Kabupaten Sidoarjo di Jl. Jagung Suprapto No 1, untuk formasi tenaga teknik

Demikian untuk diketahui dan di sebarluaskan kepa seluruh masyarakat

Sidoarjo, 18 Desember 2008

SEKTERTARIS DAERAH KABUPATEN SIDOARJO
Selaku Ketua Panitia

VINO RUDY MUNTIAWAN, SH
PEMBINA UATAMA MUDA
NIP. 510 090 186

(Sumber: Radar Surabaya, Jumat 19 Desember 2008)

Radar Kediri

[ Senin, 08 Desember 2008 ]

Berulangkali Masuk Kamar Mandi lantaran Grogi

Berangkat tanpa dibebani target, justru membuat para pelajar Kediri berjaya dalam Kejuaraan Ju-jitsu Sidoarjo Cup 2008. Bahkan Kediri pun masuk dalam tiga besar dalam perolehan medali di bawah kontingen asal Surabaya dan Gresik.

HERI MUDA SETIAWAN- Kediri

———-

Wajah Ika, Fika dan Firman kemarin tampak sumringah. Ketiga bocah yang masih duduk di bangku SMP ini kemarin terlihat tengah bersiap-siap menjalani latihan rutin jujitsu. Kegembiraan yang terpancar dari wajah ketiga bocah itu juga tak lepas dari prestasi yang baru saja mereka raih dalam Kejurda Ju Jitsu antar pelajar se Jawa Timur.

Dalam kejurda tersebut ketiganya juga pulang dengan membawa medali, meski tidak seluruhnya juara pertama, “Gimana, Mas ya, rasanya senang banget,” ujar Fika yang punya nama lengkap Fika Wahyu Rahmawati ini saat ditanya perasaannya kemarin.

Pada kejurda kemarin, Fika turun di kategori junior B putri. Fika sendiri mengaku, kejurda yang berlangsung di Sidoarjo itu adalah penampilan perdananya dalam sebuah even. Namun siapa sangka, Fika justru bisa tampil memukau bahkan keluar menjadi yang terbaik dalam kategori tersebut.

Sampai kemarin, Fika pun mengaku masih belum percaya dengan prestasi yang baru saja diraihnya, “Saya kan belum lama belajar jujitsu, sekitar 8 bulanan”, ujar siswi SMP Islam Al Fath Pare ini.

Fika sendiri mengaku, dalam kejurda kemarin dia memang tidak dibebani target oleh pelatihnya. Menurutnya dia hanya ingin menunjukkan penampilan yang terbaik dan tidak membuat malu kontingen Kediri. Namun satu persatu lawan berhasil dilibasnya hingga akhirnya dia bisa tampil di partai puncak.

Menurut Fika, ada yang lucu saat dia tampil dalam kejuaraan tersebut. Mentalnya sempat down kala melihat gemuruh suporter yang datang. Meski pelatih berulangkali memompa semangatnya, perasaan nerveous masih terus menyelimuti perasaannya.

Apalagi suporter spesialnya yakni sang mama juga tidak tampak di antara penonton yang hadir, “Mama saya itu nunggu di luar, karena takut melihat saya bertanding,” kata Fika sambari tertawa mengenang kejadian tersebut.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Firman Wirandika. Pada penampilan perdananya tersebut, Firman juga bisa menunjukkan penampilan yang memukau. Meski pada akhirnya dia harus rela menjadi juara yang kedua. Namun bagi pelajar SMP Negeri 2 Pare, untuk saat ini dia tak begitu menghiraukan mendapat nomor berapa.

Yang terpenting baginya adalah pengalaman dalam sebuah kejuaraan dirasannya sangat berarti dalam menghadapi kejuaraan yang akan datang, “Saya menjadi tahu, apa kekurangan saya,” ujarnya merendah.

Sama halnya dengan Fika, Firman pun juga sempat didera nerveous. Beruntung pada pertandingan pertama dia mendapat bye. Hingga tak perlu susah-susah untuk masuk ke babak berikutnya. Saat masuk babak kedua dia pun sempat grogi dengan lawannya.

Bagaimana tidak lawan yang harus dihadapi adalah teman latihannya sehari-hari. Apalagi dalam latihan sehari-hari Firman pun sering kalah dengan lawannya tersebut. Saking groginya Firman pun sempat berulang kali keluar masuk kamar kecil lantaran merasa ingin pipis terus, “Waduh, nggak teritung berapa kali saya keluar masuk kamar mandi,” ujarnya.

Saat pertandingan berlangsung, Firman pun sempat ambruk setelah pukulan sang lawan telak mengenai dagunya. Orang tuanya pun sempat was-was saat melihat Firman tidak bergerak. Namun beberapa detik kemudian, Firman bangkit untuk meneruskan pertandingan. Dan akhirnya dia pun balik menghajar lawannya hingga tak berkutik,

“Saya pelajari kelemahannya,” kata Firman saat ditanya resep bisa mengalahkan lawannya tersebut.Sayang kemenangan tersebut tak berlanjut saat tampil di partai puncak. Dalam partai final yang menampilkan All Kediri Final itu, Firman harus mengakui lawannya.

Ika yang punya nama lengkap Daulika Nur Asiyah pun tak mau ketinggalan. gadis berprawakan pendek itu berhasil menyabet juara ketiga. Saking gembiranya. Setelah dinyatakan menang Ika pun langsung menangis tersedu-sedu dan berlari memeluk pelatihnya, “Jujur saya nggak menyangka dengan apa yang mereka raih,” ujar Barkah pelatih bocah-bocah berbakat itu.

Barkah menilai, apa yang diraih pelajar asal Kediri tersebut tak lain berkat latihan keras mereka selama ini dalam persiapan menghadapi kejurda. Baginya yang terberat dalam mendampingi anak didiknya tersebut adalah masalah membenahi mental bertanding. Dia pun sempat bingung melihat anak didiknya pada grogi.

Entah berapa kali dia harus melontarkan kata-kata yang bisa melecut semangat anak didiknya tersebut. Barkah sendiri mangatakan dalam kejuaraan tersebut Kediri mengikutsertakan 10 jujitsan. Namun jumlah tersebut bertambah lantaran siswa tidak lolos seleksi juga ngotot untuk ikut. Walaupun harus mengeluarkan kocek tersendiri.

Barkah sendiri berharap, prestasi yang baru saja mereka rengkuh minimal bisa mereka pertahankan dalam kejurda tahun depan. Namun tak menutup kemungkinan dia bakal kembali mengikut sertakan murid-muridnya tersebut untuk tampil di kejurnas, “Doakan kami bisa tampil meski dengan dana yang cekak,” pungkasnya.

Pelaksanaan upacara penutupan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengkab IJI Sidoarjo M. Imron Rozaq, SH.  Saat memberikan amanat Ketua Umum Pengkab IJI yang juga menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Candi terlihat sangat bersemangat dan berapi-api disambut tepuk tangan riuh oleh peserta upacara. Terlebih saat beliau secara spontanitas mengumumkan akan memberikan Uang Pembinaan sebesar Rp. 1.000.000,- bagi yang meraih Juara Umum.

Seperti diberitakan dalam Radar Surabaya edisi 1 Nopember 2008, dalam Kejuaraan Jujitsu Sidoarjo Cup tim Unesa kelihatan mendominasi dalam perolehan juara. Tim Unesa sepertinya merasa yakin akan meraih Juara Umum dan memenangkan hadiah satu juta tersebut. Suasana semakin mendebarkan ketika peraih Juara Umum akan diumumkan. Di luar dugaan ternyata yang meraih Juara Umum adalah tim dari Gresik dengan perolehan 3 emas dan 2 perak, beda tipis dengan perolehan tim Unesa yaitu 3 emas, 1 perak dan 2 perunggu.

Di akhir acara Ketua Panitia M. Sholeh (Dan 1 Jujitsu) menyampaikan salam penutup serta ucapan terima kasih kepada semua pihak yang turut berpartisipasi atas suksesnya penyelenggaraan Kejuaraan Jujitsu Sidoarjo Cup 2008. (Benny)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.